Penanaman Bibit

1324 Kata

"Mbak, bolehkan?" Sekali lagi, Dio berusaha agar Viona mau memberikannya kesempatan. Setelah beberapa saat terdiam. Akhirnya Viona memberikan keputusan yang menurutnya tidak akan merugikan satu sama lain. "Baiklah. Tapi, aku tidak berjanji akan segera membalas perasaanmu. Biarkan semua mengalir seiring berjalannya waktu." Mendengar hal tersebut membuat Dio tersenyum senang. "Terima kasih, Mbak." Setidaknya dengan ini, dia lebih bisa leluasa menunjukkan perasaannya dan tidak ada alasan lagi untuk Viona menghindar atau bahkan menjauh. "Mulai sekarang boleh kan, kalau aku anggap kamu pacar aku." Tanpa membuang kesempatan, Dio kembali meminta sedikit pelebaran jalan menuju hati Viona. Kening Viona berkerut, tidak paham dengan maksud perkataan Dio kali ini. Gadis itu memang sedikit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN