Suara deheman membuat Viona tersadar dari kehaluannya. "Eh, Di. Udah selesai?" Berusaha menyembunyikan wajahnya yang sudah di pastikan kini seperti kepiting rebus. Ketahuan tengah membayangkan sesuatu di tempat yang tidak semestinya. "Dari tadi. Terus merhatiin seseorang yang tengah mendalami sebuah lagu yang sangat romantis," sindir Diana menaik turunkan kedua alisnya disertai senyuman menggoda ke arah Viona. Membuat gadis itu semakin salah tingkah. "Apaan sih, gak jelas!" Membuang muka dengan bibir yang tak kuasa menahan senyumnya. "Tapi melting kan?" Pasrah, Viona pun hanya membalas dengan deheman. Percuma juga kalau di bantah, yang ada Diana bakal terus menggodanya. "Hemm … dah yuk turun. Kasian mereka udah nungguin kita dari tadi." "Mereka? Atau dia?" Goda Diana lagi. Ba

