"Bentar, jangan kemana-mana," ucap Dio setelah beberapa saat saling diam. Kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan setengah berlari masuk ke dalam rumah. Viona menatap kepergian Dio sampai akhirnya bayangan cowok tersebut menghilang di balik tembok. Membuat Viona memilih untuk mengalihkan pandangannya ke arah 4 orang yang sibuk bakar-bakar. Ponsel? Bayu? Meskipun ponselnya sejak tadi terus bergetar dengan layar yang tidak pernah mati. Namun Viona tidak ada niatan untuk merespon. Benar kata Dio, dia harus bisa move on dan berusaha memikirkan dirinya sendiri. Bukan hanya memikirkan perasaan orang lain. Bayu memang banyak berjasa. Tapi, jasanya mempunyai dampak negatif bahkan sangat merugikan Viona. Tidak mau terus berada di tempat yang remang-remang. Viona memilih pindah duduk

