Pattaya menjerit melihat Jared yang tidak sadarkan diri jatuh ke lantai. Dia segera berdiri dan hendak menghampiri Jared, tapi lengannya ditahan oleh seseorang. Pattaya menoleh dan tatapannya bertemu dengan iris coklat s**u yang menatapnya kaku. Gio mencengkram lengan Pattaya da menariknya menjauh. "Lepaskan aku Gio! Lepas!" Pattaya terus berontak. Dia menangis dan terus berusaha menggapai Jared. "Sadarlah Pattaya! Ini saatnya kita untuk pergi! Biar orang-orangku yang mengurus mayatnya." Pattaya tersentak mendengar penuturan Gio. Mayat? Mayat? Jantung Pattaya terasa diremas dengan menyakitkan. Mayat Jared? Tidak! Tidak mungkin. Pattaya menghentak lengan Gio keras. Gio yang terkejut melepaskan Pattaya dan berbalik menatap wanita menyedihkan itu. "Apa? Apa maksudmu?!" "Seperti yang

