Jared menatap empat layar di depannya. Sesekali dia mengusap dagunya dan menatap tajam layar itu. Tidak jarang juga dia tersenyum sinis. Jared tengah berada di salah satu ruangan rahasia di dalam ruangannya. Biasanya digunakan Jared saat dia merasa dorongan membunuhnya sangat kuat sementara dia terjebak dalam jam kerja yang tidak bisa dia tinggalkan. Dulu ruangan itu serba putih steril. Dengan sebuah kursi yang menghadap sebuah dinding yang menampilkan deretan foto para korbannya yang sangat mengerikan. Penuh luka sayat mendalam dan darah yang mengalir. Di atas semua itu, dia menyukai ekspresi para korbannya. Hal itu dapat menekan sedikit kegilaan dalam dirinya. Kini di ruangan itu terdapat empat layar LCD besar menutupi suatu dinding menggantikan foto-foto yang pernah terpajang di sana

