Zee hendak masuk ke apartemennya, setelah seharian ia menyesaikan tugas akhirnya. Mandi dan segera tidur, pikir Zee. Di tekannya password dan pintu terbuka, namun sebuah tangan menyentuh bahunya, Zee menoleh dan mendapati wajah Andre yang terlihat sedih, dan agak kaget waktu melihat penampilan Zee yang berbeda. "Aku merindukanmu Zee," ucap Andre pelan. Zee diam saja. "Kau tak rindu padaku Zee?" tanya Andre. Zee melihat sekilas wajah Andre, ada keinginan mengusap wajahnya, namun Zee sadar bahwa Andre sudah menikah. Zee menundukkan kepalanya. Tak berani menatap Andre. "Dia lebih merindukanku saat ini, laki-laki yang bisa memberikannya bahunya saat ia sedih, kehilangan dan merasa sendiri," tiba-tiba suara Roi terdengar dari belakang Andre. Roi melangkah ke samping Zee, mendekap tubuh Z

