ATHAYA 20

775 Kata

Azka tersenyum manis, lalu laki-laki itu berjongkok, menatap seorang gadis yang sudah terduduk di rodanya. Aroma semerbak bunga ditaman rumah sakit, membuat senyuman gadis itu tak lepas di bibirnya. Akhirnya keajaiban bisa membuat Irfa kembali menikmati segarnya udara pagi. Irfa meraih tangan Azka yang sudah berjonkok di depannya,"Kamu gak ninggalin aku, ketika aku gak bisa nemenin kamu?" Azka menunduk dalam beberapa detik, lalu laki-laki tersebut mendongak kembali, ia mengulas senyumannya. Azka berdiri mengacak rambut Irfa gemas,"Jangan mikir yang macem-macem,"Irfa hanya terkekeh. Rasanya Azka ingin menceritakan semuanya kepada Irfa, tapi tidak. Kondisi gadis itu belum sepenuhnya stabil, ia takut hal tersebut akan memperburuk keadaan Irfa. Ia tak ingin kejadian tersebut terulang k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN