ATHAYA 34

512 Kata

Melodi rindu menikamku jatuh hingga ke dasar. Dimana aku? ruang kosong tanpa dekapmu, mungkin aku tersasar. Mata indah yang selalu menatapku hangat, hitam pekat, hatiku tersayat setiap kali ku coba untuk mengingatnya. Alunan gerak pepohonan, sadarkan aku akan kehampaan, malam penuh hasrat dalam kesunyian, rebahkan ku dalam segala kegelisahan. Lama sudah kupendam, rasa rindu dalam diam. Buka lah matamu! Resapi setiap doa yang ku panjatkan. Asa tercerai-berai, tak lagi bisa kurajut. Tawa hangat nan renyah itu kusesapi dalam setiap inci nya. Kurasa racun mengalir dalam darahku. Kehilanganmu bagai dihantam ribuan godam. Langit kelam. Malam suram. Athaya duduk dipinggir pantai, matanya menatap lurus kearah senja yang akan berganti malam beberapa menit lagi, rambutnya ia biarkan terurai sehingg

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN