Bukk.... Satu pukulan mengenai pipi kiri Azka, Azka hanya diam tersungkur, laki-laki itu menunduk, sedangkan Ardhan sudah berdiri dihadapannya dengan emosi yang kalap. "DASAR LO SIALAN! LO TEMEN GUE AZKA! TAPI APA YANG LO PERBUAT? ANJING!" maki Ardhan, sehingga urat lehernya sudah tercetak jelas disana. Semua murid telah bergerumbul disana, menjadikan satu adegan kekerasan menjadi tontonan yang sangat dinantikan setiap harinya. Arron hanya berdiri menyaksikan perlelahian tersebur, ia juga sangat marah tapi ia tak hak atas kemarahannya karena ia bukan siapa-siapa Athaya. Azka terdiam, pinggir bibirnya sudah berdarah, perutnya juga terasa nyeri tapi ia berusaha untuk menyembunyikan sakitnya didepan Athaya yang hanya berdiri diam tanpa berbicara sedikitpun kepadanya. "Bang udah! Kita pe

