BAB 43| Perkara Macet

1580 Kata

· • -- ٠ ✤ ٠ -- • ·   Temui saya di ruangan saya pukul 5 sore. Setelah  jam pulang, pastikan tidak ada seorang pun yang tahu tentang ini.   Kira-kira begitulah percakapan terakhir yang Devon ingat tadi pagi-pagi buta. Sayang beribu sayang, keadaan memungkinkan dirinya untuk ingkar. Jalanan petang ini mencekiknya, mencoba menahan Devon untuk tetap terjebak dalam kemacetan.   "Sial!" Devon memukul setirnya pelan.   Tak lama dari itu suara klakson menjerit bersahut-sahutan. Di zaman semaju ini, rasanya Devon tetap ingin memiliki pintu kemana saja milik Doraemon. Mungkin itu lebih akan lebih praktis digunakan dalam berbagai macam kondisi.   Drtt!   Cahaya dan getaran pendek dari layar ponsel yang berada di dashboard menandakan ada satu buah pesan masuk yang di sana.   |LO DMN ASW

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN