Riani masih terdiam terpaku melihat Tian yang duduk di depannya. Jangan tanyakan sekarang bagaimana suasana hati Riani. Yang jelas, itu belum normal sama sekali. detak jantungnya masih bergemuruh hebat. ingin rasanya ia menampar dirinya sendiri untuk meyakinkan jika ini nyata. ia tak sedang bermimpi kan? tanyanya pada dirinya sendiri. Tian tersenyum manis di depan wanita itu. Sangan manis.ia tahu apa yang sat ini Riani pikirkan. pasti tentang ini nyata atau tidaknya. entah bagaimana Riani bisa berpikir ini tak nyata, sudah jelas-jelas ia melihat Tian duduk di depannya dengan sangat sempurna. Riani merealisasikan ucapannya. ia memukul pipinya kuat dan mencubitnya, mencoba menyadarkan diri dari mimpi. Ia berusaha bangun dan melihat Tian secara nyata. Tian yang melihat itu langsung menaha

