Chapter 34 (Epilog)

1617 Kata

Pernikahan meriah baru saja selesai dilaksanakan. Euforia kebahagiaan masih terasa hingga saat ini. Padahal lelah sudah sama-sama menyapa Riani dan Tian. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Tamu undangan masih berdatangan, walaupun waktu malam lebih didominasi anak muda. "Cieeee, selamat ya.." Bastian memberikan selamat pada kedua sahabatnya tersebut. "Makasi bro. Kau kapan?" Babas langsung kehilangan mood saat Tian menanyakan kapan gilirannya. "Harus cepat Bas. Ara sudah kau rusak.." kali ini Riani yang menjadi mak comblang. "Aku masih.." "Belum siap?" potong Riani cepat. Babas mengangguk, "Aku belum siap.." "Kapan siapnya?" "Nanti Ri. Nanti akan aku pikirkan.." "Jangan nanti. Keburu Ara stress." "Sayang.. Sudah. Babas kan bilang dia akan pikirkan dalam waktu dekat." Tia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN