Seorang gadis dengan pakaian kantornya baru saja sampai di perusahaan yang sudah setahun ini ia kelola. Wajahnya tampak sangat kusut dengan pakaiannya yang seperti terciprat genangan air. Ia mendumel tak jelas, bahkan karyawannya sendiri ragu untuk menyapanya saat ini. Biasanya setiap pagi mereka selalu mendapatkan senyuman dari boss cantik mereka itu, namun untuk kali ini bahkan sebuah senyumpun ragu bisa mereka terima. BRAAAKK! Suara bantingan pintu ruang kerja Erika terdengar amat memekkakan telinga. Entah masalah apa yang terjadi pada gadis itu saat berangkat ke kantornya tadi. Tok..tok..tok.. Suara ketukan langsung mengusik indra pendengaran Erika. ia menatap tajam pintu yang yang perlahan terbuka. Baru saja ia ingin menyumpahi sipengganggu, Erika segera menahan diri karena yang

