“Nao, gawat, di luar ada wartawan,” teriak Lukas berlari dari pintu depan menemui Naomi yang sedang sarapan pagi. “Biarin aja. Mungkin ada yang bocorin entar malam pesta ulang tahun aku.” Naomi menanggapi dengan santai sembari terus menyuapi mulutnya dengan sereal. “Mereka ke sini bukan mau kepoin itu, tapi lebih dari itu,” ujar Lukas panik. “Kalau bicara, jangan setengah-setengah!” omel Naomi sebal, meraih gelas s**u lalu meneguknya. “Mereka cari klarifikasi hubungan kamu sama dokter.” Naomi menarik napas dalam-dalam, kemudian menghembuskan pelan seraya mengangkat dagunya—menatap lekat wajah Lukas. “Lukas, kamu tau, kan, aku sudah berulang kali menjelaskan kalau aku sama dokter itu gak ada hubungan apa-apa. Hanya sebatas kerjasama.” Lukas tidak ingin mendengar cerita lama dari Naom

