“Jangan konyol! Tidak mungkin saya akan mempermalukan diriku dan dia.” Samudra dengan tegas menolak usulan Darwis. Pria bergelar dokter spesialis kulit dan kelamin itu memiliki niat yang baik untuk membantu, tapi caranya yang ekstrim membuat Samudra harus berpikir puluhan kali untuk melakukannya. “Kalau begitu, lakukan dengan cara yang lain! Misal dinner romantis.” Tidak pantang menyerah, Darwis memberikan usulan lain yang kini masuk dengan logika Samudra. “Itu jauh lebih baik dan normal.” Samudra tersenyum menepuk pundak Darwis kemudian kembali menemui Naomi yang disusul oleh Darwis dari belakang. “Kalian nikmati saja acara ini! Kami akan ke sana,” ujar Friska menunjukkan ke area tempat pemotongan kue. “Bicara apa saja Friska sama kamu?” tanya Samudra penasaran. “Enggak ada hal yang

