Samy?

1244 Kata

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Bu Widia melihat tubuh yang dulu kekar, kini terbaring di atas brankar dengan selang jarum infus yang melekat di tangannya. “Maaf membuat Mama khawatir. Zahwa mana?” Samudra membuka matanya, melihat tidak ada putrinya yang mereong. Biasanya jika dia sedang sakit, pasti putrinya akan nangis sesenggukan. “Mama sengaja tidak memberitahukan Zahwa. Kamu tau sendiri dia seperti apa kalau kamu sakit.” Samudra mengangguk lemas. “Mama pulanglah! Aku baik-baik saja di sini. Ada Dava yang akan menemani. Jangan sampai Zahwa kesepian tidak ada salah satu dari kita.” “Baiklah. Mama akan datang lagi besok. Istirahatlah.” Bu Widia mengusap lengan Samudra lalu menoleh ke arah Dava. “Tolong jaga Sam! Kalau ada apa-apa, langsung hubungi saya.” “Baik, Bu.” Bu Widia usai putr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN