“Daddy.” Kabar kepulangan Samudra tersiar sampai pada Zahwa yang baru saja pulang sekolah. Dia sangat bersemangat ingin bertemu. Selama ini dia selalu bertanya akan keberadaan ayahnya, tapi bu Widia malah mengatakan sedang dinas ke luar negeri dan tidak diizinkan mengganggu. Zahwa pasrah dan murung, untung saja Naomi yang melayaninya untuk video call, sekaligus mengatakan dia mendampingi ayahnya bekerja. Kompak dalam sandiwara, Zahwa pun pada akhirnya bisa tersenyum, kembali makan dan bisa kembali sekolah. Anak kecil itu berlari menemui Samudra yang masih duduk di ruang TV, sedang mengobrol dengan Naomi. Sehabis sarapan, Samudra menolak untuk istirahat, karena tidak ingin Naomi pulang. Lebih baik, tetap melek dan bisa terus melihat wajah Naomi. “Zahwa, sini, Nak!” Samudra mengepakkan

