"Ini rumah Bu Ratih." Elang memandangi rumah tua yang tampak di depannya. Setelah diantarkan ke makam di mana Bu Ratih beristirahat untuk selama-lamanya. Ardi langsung mengantarkannya ke sebuah perumahan tua yang sebenarnya lebih layak di sebut sebagai sebuah perkampungan. Menyusuri gang-gang sempit yang hanya muat satu mobil, lantas berhenti di depan sebuah rumah. Awalnya Elang kira tujuan mereka adalah rumah bergaya modern yang tampak sedikit kumuh dengan pagar kayu mengelilingi pekarangan kecilnya. Ada seorang perempuan yang sedang menampah beras di halaman rumah, bersiap untuk memasak makan malam untuk keluarganya. Perempuan itu diperkenalkan oleh Ardi sebagai Bi Tini, adik dari Bu Ratih yang saat ini menjaga dan merawat rumah peninggalan kakaknya. Rumah tua bergaya lama yang berada

