Tiga Puluh Delapan

1632 Kata

Pesta pernikahan Stella dan Robi memang resmi berakhir di pukul 10 malam. Namun, bagi seluruh tim acara itu baru benar-benar berakhir di jam 1 pagi. Dini merebahkan badan tepat di tengah-tengah aula hotel berukuran besar itu, tak peduli bahwa ia tidur di atas karpet yang sudah diinjak entah oleh berapa ribu kaki sejak pagi tadi. Tubuhnya terasa remuk, dan perutnya terasa bergetar menandakan bahwa rasa lapar mulai menyerang. Namun sang puan terlalu malas untuk bangkit dan mencari sesuatu untuk dia kunyah. Sang puan tidak seorang diri. Tepat di sampingnya, anggota tim 2 perencanaan berada dalam kondisi yang sama. Terkapar saking kelelahannya, hanya Fian dan Panji yang tak terlihat. Secara dua pria itu sudah menuntaskan segala pekerjaan mereka dan langsung beranjak pulang. Inilah perbedaan a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN