Ketika Ardi berjalan keluar dari dalam aula, seraya menempelkan ponsel ke telinga. Dini mengamati gerak-gerik pria itu dari jauh, tentu sembari memeriksa kardus-kardus yang dipindahkan Jeje dari dalam ruang penyimpanan ke troli besar yang mereka bawa. Sang puan melihat seberapa serius ekspresi Ardi saat itu, berkesimpulan bahwa sepertinya dia sedang menerima telpon dari rekan bisnis. Itulah kenapa ia urungkan niat untuk menghampiri sang kekasih untuk sekedar menyapa, walaupun Jeje terus menerus menyuruhnya untuk istirahat saja dan menghampiri Ardi. Sampai saat Dini dan Jeje hendak membuka pintu aula, percakapan tiga perempuan yang berdiri di dekat pintu menarik perhatian mereka. Salah satu dari mereka berkata sesumbar bahwa Ardi sudah menemui ayahnya, berencana untuk melamar gadis itu dal

