Enam Puluh Tujuh

1626 Kata

Ketika Dini dan Ardi tiba di rumah besar milik Elang, langit sudah berubah gelap. Jalan yang padat di akhir pekan, ditambah fakta bahwa di luar sana hujan turun dengan teramat deras. Membuat perjalanan mereka memakan waktu dua kali lipat lebih lama dari biasa. Seperti biasa yang menyambut mereka adalah Elang, namun bedanya kali ini pria itu tidak berdiri menunggu seorang diri. Tangan pria itu memeluk pinggang Yola, mempertahankan sang istri untuk berdiri dekat sekali dengannya. Elang tak bisa menahan diri untuk tidak tertawa, jas lebih tepatnya blazer yang dikenakan sang adik tampak sedikit kebesaran. Sukses membuat Dini sedikit merengut karena tau apa yang menjadi bahan kakaknya itu tertawa. Otomatis langsung melepas jasnya dan menentengnya begitu saja. Walau sifat Elang dan Dito jelas j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN