Kantor pos yang dimaksudkan oleh bibinya itu berada tak jauh dari pasar besar. Bi Tini bercerita bahwa jalan menuju kantor pos, adalah jalan yang seringkali dilalui Ibunya setiap hari. Entah untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari atau berangkat ke sekolah untuk bekerja. Awalnya sang bibi menawarkan untuk mereka pergi bersama saja. Namun, melihat bagaimana repotnya sang Bibi mengurus keenam anaknya Dini tidak tega. Alhasil ia mengatakan bahwa dirinya akan pergi sendiri saja. Seumur hidupnya Dini lebih terbiasa tinggal dan menghadapi padatnya ibu kota Jakarta. Mulai dari panasnya yang terik, kemacetan tiada akhir hingga berdesak-desakan ketika menaiki transportasi umum. Lantas menyusuri jalan menuju jalanan besar di pagi hari seperti ini, menjadi sebuah hal baru bagi sang puan. Sejuknya uda

