Hari ini Dini pergi ke kantor dengan senyuman lebar di wajah. Pembicaraan dengan Elang malam itu mengangkat sesuatu yang seolah membebaninya selama ini. Beberapa hari belakangan ia menghabiskan waktu dengan mencari-cari universitas dan jurusan apa yang akan ia pilih untuk melanjutkan pendidikannya. Ia bahkan sempat bertanya-tanya pada Ifah soal pengalamannya mendaftar beasiswa yang tentu memakan waktu dan energi. Ia jadi tidak sabar menemui Ardi, ingin sekali menanyakan pendapat pria itu. "Din, ada klien baru. Lo yang temuin ya." Dini baru saja meletakkan bawaannya di atas meja, ketika Panji sudah memberikan perintah demikian. Mata sang puan mengerjap, sedikit kebingungan namun tetap bergegas meraih buku catatan dan pulpen dari dalam laci. "Klien baru? Kita udah mulai buka konsultasi kl

