Waktu berlalu begitu cepat. Liburan satu minggu yang diberikan oleh perusahaannya, berlalu dalam sekejap mata. Wajar kalau Dini tidak terlalu menikmati liburannya, secara sebagian besar waktu ia habiskan di rumah sakit. Entah untuk pemulihannya setelah kecelakaan pesawat itu, atau bagaimana ia bolak-balik menemani sang ibu menjalani kemoterapi yang melelahkan. Tanpa perempuan itu sadari mendadak ia sudah kembali di Jakarta, terjebak di kubikelnya dengan tumpukan berkas-berkas. Yang entah kenapa untuk pertama kalinya membuat ia merasa pengap. "Spesial buat lo Mbak, gue pilihin donat almond." Kalimat itu memecah lamunan Dini saat itu juga, ia menoleh baru menyadari bahwa Ifah sudah berada di dekatnya. Meletakkan sebuah donat almond dialasi tisu yang entah ia dapatkan dari mana. Dini terk

