Enam Puluh Sembilan

1959 Kata

"Teruntuk Dini. Anakku... Tidak Ibu bahkan tidak tau apa masih pantas untuk memanggilmu sebagai anak Ibu, ketika Ibu habiskan waktu lebih banyak untuk memandangimu dari kejauhan. Perasaan bersalah yang terus menghantui, membuat kamu yang Ibu peluk terasa jauh-jauh lebih berat, tangismu terasa lebih menyayat, dan tawamu terasa memilukan. Sampai kapan pun Ibu tidak akan pernah bisa melupakan fakta bahwa ibu telah merenggut banyak hal darimu. Maafkan Ibu yang tidak memiliki kuasa untuk menolak ataupun menahan apa yang telah terjadi. Dini, ketika surat ini kamu baca. Itu berarti dua hal. Ibu telah tiada atau akhirnya kamu telah dipertemukan kembali dengan keluarga mu. Keluarga yang selalu mendambakan kehadiranmu, dan menyayangimu tanpa batas. Dini Anggita. Namamu Nak, tidak asal Ibu pilih. W

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN