Kemuraman dan kesedihan yang ditunjukkan oleh Dini jelas menimbulkan tanda tanya besar di dalam kepala keluarganya. Mereka terlalu sangsi untuk bertanya pada Ardi, sebab tampaknya pria itu juga sedang disibukkan dengan pekerjaannya yang menumpuk. Pria itu sudah bersedia mengantar dan mendampingi si bungsu selama ini. Mereka jelas tidak akan membuat pria itu semakin kerepotan dengan memaksanya untuk menjelaskan apa saja yang sudah dilalui Dini, hingga ia malah menjadi sedemikian muram menerima uang besar tersebut. Saat mereka mengira keberadaan uang yang besar itu akan menjadi pelipur lara bagi Dini. Jadi, tak butuh waktu lama sampai Pak Darma menarik putranya sedikit menjauh. Meminta Elang mencari tahu kenapa Dini bersikap demikian. Tak butuh waktu lama sampai Elang membawakan catatan pen

