Lima Puluh Delapan

1591 Kata

Elang tanpa sadar meremat celananya dengan begitu kuat. Begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Ekspresi Dini tidak bisa terlihat jelas olehnya. Kertas-kertas berisi pengakuan Bu Ratih yang sedang di baca Dini, diangkat begitu tinggi hingga menutupi sebagian besar wajahnya. Seolah sengaja tidak membiarkan ia mengetahui bagaimana ekspresi Dini saat ini. Ekspresi Ardi juga tidak membantu, secara pria itu selalu bisa mengontrol ekspresinya hingga ke titik Elang tidak bisa menerka-nerka apa yang sedang terjadi. "Kertas-kertas ini, di dapat dari siapa?" Pertanyaan itu tidak ditanyakan pada Elang, melainkan pada Ardi. Perempuan yang sudah membaca setengah dari tumpukan kertas itu entah kenapa jadi menahan napas. Dini lantas melebarkan mata, seolah menyadari sesuatu. "Jangan bilang waktu M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN