Empat Puluh Dua

1815 Kata

"Din, langsung ke lantai 3 aja ya. Bilang aja kamu teman aku." Dini menghela napas, menatap bangunan ruko tingkat 3 yang tampak di depannya. Sebuah toko teh artisan yang menyatu dengan toko bunga. Entah kenapa ada perasaan aneh yang menjalar di dalam hatinya sedari tadi. Bukan bentuk ketidak nyamanan akan fakta dia akan menghabiskan waktu dengan orang-orang baru selama satu hingga dua jam ke depan. Namun, sesuatu yang Dini sendiri sulit jelaskan. Sang puan melirik ponselnya sekali lagi, membaca sebaris pesan yang dikirim oleh Tasya padanya. Hari ini adalah jadwal kursus merangkai bunga yang sempat mereka bicarakan sebelumnya. Tasya bilang hari ini jumlah orang yang mengikuti kelas tidak sebanyak biasanya. Hanya ada satu orang lain selain mereka, jadi sebuah momen yang tepat untuk Dini me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN