Lima Puluh

1885 Kata

Hari ini Dito resmi kembali ke Singapura. Segala urusan pemindahan pekerjaan dari kantor Jakarta ke pusat, sudah selesai dilakukan. Itu berarti mulai saat itu juga, Dito tidak akan lagi pulang ke Jakarta dengan alasan urusan kantor. Dito tertawa kecil, menyadari Dini sedari tadi menghindar menatap wajahnya. Sudah tau kalau perempuan itu sedang menahan diri untuk tidak menangis. Bertahun-tahun berlalu, perpisahan demi perpisahan, dan usia mereka yang tak lagi muda. Adiknya itu tidak pernah berubah. Selalu sedih setiap melepas Dito pergi. Biasanya, pria itu akan mengeluarkan candaan. Menggoda Dini habis-habisan karena belum apa-apa sudah menangisi kepergianna. Namun, entah kenapa perpisahan kali ini terasa berbeda. Baik Dini maupun Dito menyimpan perasaan berat melepas kepergian satu sama l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN