Tiga Puluh Tiga

1587 Kata

"Jadi selama pulang Tasya diapain aja?" Setelah cukup lama pembicaraan mereka hanya berputar-putar di projek bisnis dan persiapan pernikahan Mario dan Tamara. Akhirnya Ardi memberanikan diri menyuarakan rasa penasarannya saat melihat lebam di wajah Tasya. Sikap Hendra memang tidak berubah sama sekali ketika berhadapan dengan Dini dan Ardi tadi, namun sang pria tau betul bahwa sahabatnya menyimpan banyak hal saat ini. Sesaat terlihat gerakan tangan Hendra yang sedang menyendokkan sayur asem ke dalam mangkok terhenti, sebelum pria itu menghela napas dalam. Bukan hanya sekali melainkan berkali-kali. Seolah dirinya sedang menenangkan amarah yang kembali terpantik karena pertanyaan sahabatnya barusan. "Ditampar sama ibunya." Dahi Ardi mengernyit mendengar itu. "Kali ini kenapa lagi? Masih me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN