Tiga Puluh Dua

1907 Kata

Waktu yang Ardi habiskan bersama Hendra, bisa dibilang sudah cukup lama. Pertemuan pertama mereka terjadi di awal masa putih abu, berlanjut hingga kuliah. Dibalik sikap Hendra yang supel dan sederhana, Ardi tidak pernah melupakan fakta bahwa sahabatnya itu adalah anak dari salah satu konglomerat tanah air. Itulah mengapa ia yang hanya seorang anak yatim piatu, cukup sadar diri untuk memberi jarak selama bergaul dengan Hendra. Namun, ajaibnya pria itu selalu melekat pada Ardi. Mendorong Ardi untuk terus mencoba hal-hal yang bahkan tidak berani ia lakukan karena keterbatasan sosial yang seolah membutakan mata. Membutakan mata bahwa ia sebenarnya bisa menapaki anak tangga jauh lebih tinggi apa yang ia bisa bayangkan. Alasan kenapa Ardi berani melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang kuliah da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN