"Kenapa belum pulang?" Pertanyaan itu baru berani Ardi suarakan setelah ia membereskan semua barang di atas meja dekat sofa, termasuk kotak makan siang yang sudah terlanjur basi itu. Dini sendiri sudah membukakan kotak donat yang ia bawa, menunjukkan 6 buah donat dengan berbagai rasa dengan maksud mempermudah pria itu untuk melahap cemilan tersebut. Tak lupa mengeluarkan minuman yang ia bawa dari dalam kardus dengan bentuk kekininian. Sesaat Dini terdiam, mengerjapkan mata beberapa kali sebelum tertawa kecil. "Udah aku duga, Mas pasti lupa." Mendapati bahwa Ardi mengernyitkan dahi tidak mengerti maksud perkataannya, Dini kembali melanjutkan. "Mas kamu hari ini ngajak aku makan malam bareng loh." Meskipun Dini menyampaikan hal itu tanpa nada terkesan menahan kekesalan karena sang pria mel

