“Tha, semua yang kita punya, apa yang kita beli itu akan dimintai pertanggungjawaban kelak. Katanya, barang-barang itu akan bersaksi atas perbuatan kita. Makanya, jangan suka buang-buang makanan, apalagi pemborosan.” Agatha mengangguk lalu melajukan mobilnya menuju rumah. Tidak lama kemudian, Agatha duduk di sebuah balkon. Duduk dengan tenang mencari sebuah angin yang akan membantu dalam mencari kesegaran. Agatha melihat langit yang mulai menggelap. Artinya, dia harus segera tertidur agar tidak bangun kesiangan. Jam berputar terasa cepat, waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Agatha sudah siap dengan pakaian yang dibeli beberapa waktu lalu. Kemudian, makan bersama dengan Elizha di ruang makan. Menikmati menu sarapan dengan perasaan yang tidak tenang. Antara perasaan ragu dan yakin su

