Agatha mendongakkan kepala untuk menatap pria itu. Hatinya bergetar hebat, tangannya pun demikian. Perasaan apa yang ada di dalam hatinya? Agatha terdiam, masih saja fokus ke arah tatapan mata Zaki. “Tha, selama ini gue juga merasakan berbagai pertanyaan dari orang lain perihal pernikahan. Gue rasa, usia kita sudah sama-sama matang untuk mempersiapkan sebuah pernikahan. Apa mau menikah sama gue?” Agatha masih saja terdiam. Matanya menunduk, bibirnya terkunci. Di dalam pikirannya, dia masih bingung untuk memberikan jawaban apa kepada pria itu. Cinta itu masih ada di dalam hati Agatha. Tapi, dia juga merasakan betapa sakitnya di posisi Rayhan. Lantas siapa yang akan dipilih? Agatha bimbang akan hal itu. “Tha, apa lo enggak yakin sama keseriusan gue?” tanyanya sembari memegang kedua bahu

