Dadakan

1160 Kata

Agatha melihat ponsel yang sudah gelap. Menyalakan untuk memastikan sambungan telepon itu, ternyata sudah terputus. Mungkin, ustazah Arumi sedang sibuk dengan pekerjaannya. Bisa saja Agatha salah memilih waktu untuk menghubunginya, sehingga lumayan mengganggu. Kini, Agatha merebahkan diri, melihat ke arah langit-langi kamarnya. Ada cicak yang sedang berdiam di salah satu sudut. Hal itu cukup menyita perhatian Agatha yang merasa bimbang. Pikirannya juga menjadi terlalihkan semnetara, di mana Agatha mengingat-ingat ilmu pengetahuannya tentang cicak yang melabui musuh dengan memutuskan ekornya. “Astaga, cicak … Kenapa pula malah memikirkan ekor cicak. Agatha, ayolah ada dua pria yang sedang menunggu kepastian.” Agatha memukul kepalanya pelan menggunakan guling dengan kain warna putih. Agath

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN