Agatha terkejut dengan kehadiran seorang pria di depannya. Dia duduk di sebelah Agatha. Meraih telapak tangan Agatha untuk memberikan sebuah ketenangan. Akan tetapi, Agatha mencoba untuk menepisnya. Bukan karena tidak menghargai, tetapi Agatha tidak nyaman. “Maaf, Mama masih di dalam.” Agatha bergeser satu kali dari semula untuk menjaga jarak dengan Zaki. “Lo kenapa sampai di sini secepat itu?” tanya Agatha dengan kepala yang menunduk. “Sebenarnya gue khawatir, soalnya enggak sampai-sampai di kantor. Jadi, gue pergi ke rumah lo. Terus, tetangga bilang kalau mama masuk rumah sakit, makanya gue langsung telepon dan ke sini.” Zaki mendekat ke arah Agatha. Berusaha untuk merengkuh tubuhnya yang masih terlihat bergetar. Benar, Agatha terasa cemas akan keadaan ibunya. “Tolong, jangan dekat-de

