Agatha masih saja tidak ingin menatap pria yang ada di sebelahnya. Memilih memandang ke sekeliling taman yang rindang itu. Matanya tidak berkedip beberapa detik ketika melihat indahnya kupu-kupu yang hinggap di salah satu bunga mawar merah. Keindahan ciptaan dari Tuhan membuatnya tersenyum lebar, di dalam hati mengucapkan rasa syukur. “Kenapa tersenyum?” tanya Zakaria yang masih setia menunggu jawaban dari perempuan itu. “Cantik, kupu-kupunya,” jawab Agatha tanpa melirik sedikit pun. Zakaria membuang napas beberapa kali disambung dengan menariknya kembali. Menukar karbondioksida dengan oksigen. Kemudian, mencoba untuk mencari tatapan gadis itu agar bisa menyampaikan pesannya dengan serius. Walaupun, beberapa kali terjadi penolakan oleh Agatha. Akhirnya, mereka bisa saling tatap walau

