Hari Bahagia

2124 Kata

Agatha menghadap ke arah kakaknya. Mengedipkan mata sebagai tanda tanya. Tetapi, kakaknya tidak juga peka akan maksudnya. Terpaksa, Agatha harus mengeluarkan suara merdunya. Menanyakan ada perihal apa dia memanggilnya sampai sekeras itu. “Kamu kenapa, sih, melamun terus?” “Bingung, Zaki mengajak buat sebuah kolaborasi. Tapi, ya, bagaimana?” “Jangan membatasi kepada siapa saja kita harus berkarya. Mungkin, memang itu berat. Tapi, bisa saja jalan kamu yang terbaik melalui kolaborasi itu.” “Bukan membatasi, Kak. Tapi, hatiku .... “ “Sudahlah, kalau memang tidak mau lagi sama Zaki, cari yang lain. Pria banyak,” katanya melanjutkan makannya. “Kamu itu ... butuh healing agar bisa melupakan semuanya,” sambungnya. “Lupa tidak, healing hanya membuat dompetku tipis saja,” jawabnya. Bebera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN