“Gue apa, Ia?” tanya Ify dengan perasaan yang sudah mulai kesal. “Gue enggak mau menyingkirkannya,” jawabnya sembari mengangkat koper Agatha yang menutupi jalan. Sivia masuk ke kamar dengan menyeret kopernya. Membuka koper untuk mengambil satu pasang pakaian yang akan digunakan untuk sore nanti. Diletakkannya di sofa yang ada di sebelah kanan ranjang tidur. Sivia duduk di sofa sembari memainkan ponsel. Menghadap ke arah kaca miliknya yang disenderkan di teko yang ada di meja. Memerhatikan wajahnya sendiri yang merasakan tidak nyaman dengan bentuk hijabnya. Memasukkan anak-anak rambut yang keluar, lalu melanjutkan untuk memainkan ponselnya. “Ia, bajunya jangan menuhin tempat, dong,” kata Ify yang ingin bersantai di sofa itu juga. “Lu ribet, sih, Fy.” Agatha keluar dengan tampang ba

