Agatha melihat ke arah pintu. Di sana ada Febby yang datang dengan dadakan, tanpa konfirmasi sebelumnya. Dia masuk ke kamar Agatha, lalu duduk di sofa yang ada di sana. Mengamati Agatha yang terlihat bingung dari wajahnya. “Tha, maaf, dadakan, butuh teman.” “Oke, duduk dulu,” kata Agatha beranjak dari kasur, duduk di sebuah sofa yang ada di dalam kamarnya. Duduk bersebelahan, sebelum Agatha mendengarkan cerita dari Febby, Agatha beranjak dari kamar untuk mengambil makanan dan camilan. Membawa beberapa bungkus camilan dan dua gelas jus mangga. Kembali duduk di sofa, mengamati Febby yang tengah lesu dari wajahnya. Agatha mempersilakan untuk menikmati jamuan yang sudah ada di meja agar bisa lebih tenang. “Tha, boleh enggak, sih, kita bagi-bagi pengalaman, saran, dan kritikan?” tanyanya

