Kami sampai di rumah menjelang Maghrib. Semua anggota keluarga salat berjamaah di masjid kecuali aku dan Gus Azam. “Aku bantu wudu ya, Mas.” “Aku wudu sendiri, nanti batal kalau wudunya sama kamu.” “Kenapa bisa batal?” “Di kamar mandi banyak setannya, aku takut khilaf nyentuh kamu.” Suamiku memang tidak pandai menggombal, tetapi ucapannya selalu membuatku tersipu. Dia benar-benar membuatku semakin merasa dicintai. “Baca doa masuk kamar mandi, Mas, supaya kita dilindungi sama Allah.” “اللهم إنى اعوذ بك من الحبث والخبائس" Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan-setan lelaki dan setan-setan perempuan.” Setelah membaca doa, Gus Azam masuk ke kamar mandi. Dia mendahulukan kaki kirinya ketika masuk dan mendahulukan kaki kanan ketika keluar. Gus Azam kelu

