Pacaran

1374 Kata

Pagi ini aku membantu Mbak Nur memasak untuk sarapan. Sudah lima hari semenjak kepulangan Gus Azam. Seharusnya kemarin sore kami sudah chek up, tetapi Gus Azam menolak karena alasan yang tidak masuk akal. “Besok pagi aja, aku ingin dirawat dan dimanja istriku untuk terakhir kalinya. Kalau luka ini sudah sembuh, aku tidak yakin kamu mau merawatku seperti ini, Sayang,” ucapnya kala aku membujuk untuk pergi ke rumah sakit. “Aku akan selalu di sampingmu, Mas. Siapa lagi kalau bukan aku yang merawatmu? Aku ini istrimu.” Aku membelai kepalanya yang sedang berada di pangkuanku. “Kamu akan kuliah, aku akan merasa sangat kehilanganmu.” Kemarin aku mendaftar kuliah diantar oleh Anin. Kami kuliah di kampus yang berbeda. Gus Azam mengizinkanku kuliah, tetapi harus satu kampus dengan adiknya, Gu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN