“Apakah Anda sudah menceritakannya kepada suami?” tanya seorang wanita berjas putih di depanku. Aku menoleh kepada Gus Azam dan dia mengangguk. Aku tidak sanggup menceritakan kejadian buruk itu kepada orang lain. “Dia sudah menceritakannya, Dok. Awalnya dia hanya memendam semua itu sendiri hingga saya melihatnya selalu mengigau tiap malam dan tubuhnya mengeluarkan keringat dingin. Setelah itu dia menceritakan kepada saya jika selama ini dia selalu merasa ketakutan. Dia sudah dilecehkan dan hampir diperkosa untuk kedua kalinya. Sekarang pelakunya sudah dipenjara, tetapi Shafia masih trauma. Tubuhnya menolak setiap kali saya hendak menyentuhnya.” Saat ini kami sedang berada di sebuah ruangan bersama seorang dokter perempuan, namanya Dokter Irma. Dia adalah seorang psikiater yang bisa

