Takut Kehilangan

1061 Kata

“Bagaimana keadaan anak saya, Suster?” “Maaf saya buru-buru!” Suster itu tidak menjawab pertanyaan kami. Akhirnya setelah menunggu lama, dokter pun keluar. Kami tidak sabar menunggu kabar yang akan disampaikan olehnya. “Bagaimana keadaan suami saya, Dok?” “Syukurlah pasien bisa diselamatkan. Sebentar lagi kami akan memindahkannya ke ruang rawat inap.” “Alhamdulillah.” Aku dan umi berucap lega. Dokter pergi setelah mengatakannya. Akhirnya aku pun mau diobati dokter ketika suamiku sudah dipindahkan. Benar kata umi, Gus Azam akan semakin sedih melihatku dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Namun, hingga malam hari suamiku tidak kunjung sadar. Aku selalu menunggu di sampingnya kecuali untuk melaksanakan salat. “Fia, kamu harus makan.” Umi memintaku makan entah untuk ke sekian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN