Terluka

1055 Kata

“Kaki yang indah,” ucapnya sambil mengeluarkan sebuah pisau kecil dari celananya. Apa yang akan lelaki itu lakukan? Ya Allah, di mana Gus Azamku? Dia mulai menyentuh kakiku hingga membuat bulu kudukku meremang. Sesaat kemudian dia goreskan pisaunya di kaki. Aku berteriak kala sebuah darah terasa mengalir. “Kaki ini dulu pernah kau gunakan untuk menendang pusakaku. Sebentar lagi aku akan memuaskanmu sebelum meninggal!” ucapnya sambil menjilat darah yang tersisa di ujung pisau. Melihat hal itu membuatku mual. “Anda tidak bisa menentukan hidup saya. Hanya Allah yang bisa mengambil nyawaku!” Aku berteriak dan meronta ketika dia naik ke ranjang. Dia mengarahkan pisaunya tepat di wajahku hingga membuat mataku terpejam. Aku tidak sanggup melihat pisau dan darah itu. Sesaat kemudian di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN