Aku pura-pura memejamkan mata seolah sudah tidur. Kupikir suamiku juga sudah tidur karena tidak ada pergerakan darinya. Tidak kusangka jika dia memelukku. Sebuah pelukan hangat, tetapi mampu membuat tubuh ini tremor. Aku menoleh ke arahnya, ternyata dia sedang menatapku. Aku memundurkan kepala karena terkejut. “Kamu belum tidur?” tanya Gus Azam. “A–aku tidak bisa tidur, Mas.” Selama ini aku tidak pernah dekat dengan lelaki dan ini adalah pertama kalinya aku tidur seranjang dengan laki-laki. Meskipun dia suamiku, aku merasa ini terlalu cepat. Hubungan kami belum sedekat ini. “Sama,” jawabnya sambil mengeratkan pelukannya di pinggangku hingga membuatku berkeringat dingin. Jantungku berdetak lebih cepat. Rasanya ada sesuatu yang menggelitik di hati. Siang ini aku sudah meminum obat,

