Cemburu

1018 Kata

Hatiku memanas melihat suamiku sedang berbincang dengan seorang wanita. Dia bukan lelaki yang suka memberikan senyuman di depan wanita lain. Bahkan dengan santrinya pun dia selalu bersikap dingin. Aku sampai memberikan sebutan lelaki es. Aku ingin segera sampai di rumah. Gemuruh dalam hati ini seakan mau meledak. Bisa dihitung berapa kali dia memberikan senyumnya untukku, tetapi kenapa kini dia berikan kepada wanita lain? Rasanya aku ingin berteriak, tetapi sepertinya percuma. Dia tidak akan mendengar suaraku. Dengan kesal aku pulang ke rumah Umi. “Assalamu’alaikum,” ucapku kala memasuki rumah. Jawaban salam dari seorang lelaki yang duduk di ruang tamu membuatku terlonjak kaget. Gus Anam ada di rumah. Dia sedang rebahan di kursi dan hanya memakai kaos dalam sehingga membuatku berter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN