Ramma terbangun ketika ketika sudah menjelang pagi, ia menarik tangannya dari kepala cinta dan lekas merenggangkan otot-otot tubuhnya. Ia melihat kesekitar ini bukan kosan tapi rumah papinya. Ramma mengangkat tubuhnya dari kasur untuk menuju ke kamar mandi. Seperti biasa ia akan melakukan rutinitas sebelum kegiatan nanti. Tak lama Cinta pun ikut terbangun karena tidak merasakan Ramma didekatnya. Ia membuka matanya dan menyempurnakan penglihatannya didalam cahaya yang minim. Tak lama Ramma keluar dengan rambut yang basah ia menyalakan lampu dan melihat Cinta. "Sudah bangun?" Kata Ramma sambil menggelar sajadah yang sudah disiapkan dari semalam. Cinta mengucek matanya dan mengangguk. "Kakak mau sholat?" Tanya Cinta dan Ramma mengangguk sambil menyisir rambutnya kebelakang dengan tangan.

