Ramma melihat Cinta didalam gendongannya kemudian berbalik kebelakang melihat Papinya. "Bagaimana kalau anak kita seeprti kamu. Kamu mau dicampakan anak sendiri?" Tutur Cinta. Ramma menggeleng. "Tapi dia jahat denganku." "Memaafkan itu penting. Ikutin aja kemauannya kalau tidak cocok kita pergi." "Baiklah." Akhirnya Ramma mengalah ia berbalik dan mendekati Papinya. Cinta meminta turun namun lelaki itu justru mengeratkan gendongannya. "Ayo." Kata Ramma. Ramma menuju pintu belakang ia menurunkan Cinta dan membukakannya pintu lalu gadis itu masuk setelah itu dirinya. Arlan nampak tersenyum ia segera membawa anaknya pergi kerumahnya. "Kata Nenek kamu sakit." Kata Ramma. Cinta menyikut Ramma. "Kok kamu sih gak sopan." Kilah Cinta. "Biarin lagian dia belum tua amat." Jawab Ramma.

