Belaian hangat menyentuh pipinya, mengusik tidur tenang seorang gadis. Tubuhnya yang dingin dan pucat kini kembali normal. Keningnya mengernyit ketika matanya mulai terbuka. “Aku ada di mana?” gumamnya setengah sadar. “Kau sudah bangun?” Suara berat itu menyadarkan Mayleen dari kebingungannya. “David…,” gumamnya melihat pria itu tengah tersenyum. “Selamat pagi, Mayleen.” “Aku masih hidup?” Bukannya menjawab Mayleen malah bertanya. Mata gadis itu terbelalak. Mayleen segera duduk sambil menatap tangannya yang beberapa saat lalu keriput. Tangannya kembali normal, detak jantungnya masih terasa, dan napasnya masih berhembus. Mayleen masih hidup. Kini gadis itu berbaring di ranjang pasien. “Kenapa bisa?” gumamnya lagi. David menggenggam tangan Mayleen erat, gadis itu masih berada di ra

